REALITA
Hidup itu simpel saja tinggal
bagaimana kita menjalaninya dengan aturan yang ada, tidak usah neko-neko, itu
hanya merepotkan diri sendiri, masih banyak hal penting yang harus kita laukan
di dunia ini mumpun waktu itu belum tiba, yakni waktu dimana kita dijemput oleh
mlaukat Maut, dan itu pasti terjadi, dan apakai hari ini kita sudah siap
menantinya atau bagaiamana?, olehnya itu waktu yang tesisa ini hendaknya kita
manfaatkan dan fokus pada hal-hal yang pasti, jangan sibuk pada hal-hal yang baru
yang seakan menantang kita untuk lebih pintar daripada sang Pencipta yang telah
mengetahui segala rahasia dalam kehidupan ini. Kenapa kita tidak meminta
padaNya, mencari informasi dariNya, kenapa malah kita habiskan waktu ini seakan
lebih tau dan lebih memahami hidup. Jadi wajar saja bila hari ini kita masih
srasa belum dapat menyelesaikan semua masalah yang ada, hari-hari ada maslah
baru hingga terkadang lalai dan lupa dengan maslah yang jelas lebih penting.
Itulah fomena hari ini, hanya sedikit diatara meraka yang mulai mengerti
tentang akar masalah dan kerusakan itu terletak dimana, namun jika ditelusuri
lebih jauh dengan hati dan akal yang jerni dan yang ditemukan adalah ternyata
permasalahannya simpel saja, bahwa masalah itu ada dalam diri kita, ada dalam
hati kita (wahn). Tapi hanya sedikit yang paham tentang ini, sehingga bagai
orang yang buta terus meraba keluar mencari sesuatu padahal yang ia cari ada
ada dalam dirinya, perbaiki yang ada dalam diri, in syaa Allah akan menemukan
jawabannya. Tidak percaya?, hal ini telah terbukti ampuh pernah diterapkan
dijaman dulu, yang tentunya orang-orang pada saat itu lebih parah dari hari
ini, namun ternyata orang-orang dulu itu mampu merubah, kenapa hari ini kita
tidak belajar dari mereka?, kenapa kia handalkan pemikiran yang dangkal ini,
setidaknya sudah banyak bukti untuk menggambarkan bahwa kita tidak mampu jalan
sendiri, kita butuh tuntunan dari yang menciptakan kita, sehingga jalan yang
kita tempu tidak serumait apa yang terjadi hari ini, sehingga dengan demikin
kita akan menemukan pintu jalan keluar menuju kebahagiaaan itu.
Ruang mushollah kampus hukum,
uho
Pukul 14.54 18/11/2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar