14 NOVEMBER 2016
Trainer.Ust. AMBO SAKKA, SKM.,MARS
RESUME MATERI KELAS PERSONALITY DEVELOPMENT
Hal yang mendasar yang seharusnya tidak
luput dari seorang manusia adalah
bagaimana ia dapat merenung tentang perjalan hidup yang ia telah lalui.
Misalnya saat mulai menginjak usia kanak-kanak, usia remaja dan menuju usia
dewasa, bahwa ia merasa telah berutang, terhadap waktu yang diberikan Allah
kepadanya, apakah waktu itu telah digunakan sebaik mungkin, telah digunakan
dalam hal-hal positif atau tidak, yang jelas ada renungan didalamnya, Karena
dengan merenung seseorang dapat kembali mengatur dan merefresh
langkah-langkahnya mengarungi kehidupan ini agar tetap berada dijalan yang
diinginkan.
Setelah melakukan perenungan maka tentunya
yang dinginkn adalah adanya progres dalam diri-diri manusia. Dan itu mustahil
dilalui tanpa melihat sejarah yang lalu-lalu, bahwa bagaimana orang-orang
terdahulu dapat sukses menjalani kehidupannya. Tanpa preferensi dari mereka
tentunya itu sulit dilakukan, karna diasana ada banyak pelajaran buat manusia
yang datang kemudian.
Oleh karena itu hari ini, agar paling tidak
dapat menapaki jalan-jalan yang mereka lalui maka tidak ada jalan lain kecuali
mengenali siapa dan seperti apa mereka menjalani hari-harinya, dan itu tidak
akan manusia tahu tanpa adanya preferensi dengan cara mengenali biografi mereka.
Sebab dibiografi-biografi tersebut, terdapat banyak pelajaran penting tentang
bagaimana kehidupan masalalu, yang menjadi rujukan agar hari ini manusia dapat
lebih baik lagi.
Orang-orang besar pasti pernah melewati
hari-harinya yang berkesan, bagi mereka setiap jengkal waktu yang berlalu
adalah emas untuk memanfaatkannya dan meramunya menjadi suatu kegiatan yang bernilai
tinggi, tidak sekedar rutinitas biasa, sebab yang ada dibenak mereka adalah
bagaimana usahanya berdampak besar kepada kemajuan peradaban umat manusia.
Setelah mendapatkan preferensi tersebut yang
pertama dilirik adalah bagaimana membangun kepercayaan diri, sebab disana akan
muncul studi komparatif. Setalah membaca biografi sekilas manusia membandingkan
dirinya dengan tokoh tersebut, apakah bisa sama sperti mereka, dan tidak ada
yang dapat menjawab itu kecuali kepercayan diri, bahwa kita bisa, selama tetap
bertawakkal kepadaNya. Tetap optimis bahwa Yang terpenting adalah kerahkan
segalah kemampuan sehingga dapat menggetarkan musuh-musuh Allah, selebihnya
serahkan kepadanNya, Allah maha mengetahui. Sebagaimana firmanNya (Al-Anfal
60). Begitu pula bahwa umat nabi Muhammad adalah umat yang terbaik sehingga
cukuplah itu memotifasi manusia hari ini agar tetap percaya diri dalam
mengarungi kehidupan ini (Al-Ahzab 70).
Menentukan potensi sebenarnya bukanlah hal
yang sulit, sealama manusia mengetahui dirinya maka ia dapat mengetahui apa
kelebihan dan sekaligus kekurangannya. Sehingga dari potensi tersebut lahirlah
mimpi-mimpi yang sekaligus menjadi visi dalam menyambut masa depan. Dan
bagaimana cara menjemput masa depan itu, maka mulai hari ini tentukan planing.
Suapaya langkah kerja tetap terarah maka
manusia sangat membutuhkan planing masa depan, bahwa apa-apa yang harus
dilakukannya dalam waktu dekat, maupun dalam beberapa tahun kedepan. Seyogyanya
semua itu harus tergambarkan secara terperinci, agar lebih fokus dan mudah
dalam menyiapkan segala sesuatunya. Dan dengan planing yang ada maka sekaligus
dapat memotivasi manusia agar tetap optimis kepada mimpi-mimpi yang telah
diukir, karena mimpi-mimpi tersebut bukan sekedar mimpi-mimpi biasa, melainkan
adalah sebagai gambaran sinyal potensi diri yang alami ada dalam diri manusia,
tinggal bagaimana mengembankan potensi tersebut agar benar-benar mendukung
jalannya manusia menyambut masa depan.
BY. Ridzuan
Melankolis