Manusia hari
ini bekerja dalam sebuah pergerakan rasanya tidak eksis tanpa adanya
organisasi, bagi mereka organisasi adalah sebuah wadah yang mana didalamnya
ditemukan pergerakan yang rapi dan terstruktur. Tanpa organisasi bagi mereka tentu
pergerakan tidak akan berjalan maksimal, bahkan tidak berjalan sama sekali. Jadi
dari konsekuensi pemikiran tersebut diamana-mana kita jumpai berbagai macam
model organisasi dilihat dari beberapa bentuk termasuk metode pergerakannya.
Melihat kedaan
demikan sejatinya penulis juga setuju akan hal tersebut, namun dapat dipastikan
bahwa dalam setiap keputusan akan melahirkan konsekuensi. Konsekuensi yang
mendasar dari sebuah organisasi adalah munculnya sikap rimodialisme. Dan hari
ini telah kelihatan dampaknya, bahwa dengan beda organiasi, bedal label beda
lambang terkadang membuat orang-orangnya juga menjadi berpetak-petak. Bisa saja
yang menjadi tujuan dalam sebuah organisasi tersebut sama, namun karena rasa
primodialisme itu sehingga membuat orang-orang ditiap kelompok tersebut tidak
akan bersatu. Dan dampak lain dari adanya sebuah organisasi adalah akan
mengajarkan kepada manusia untuk lebih bersikaop individualisme. Rasa perhatian
terhadap lingkungan sekitar menjadi kurang karena sibuk dan sebagian besar
pemikiran dicurahkan dalam organisasi tersebut.
Secara pribadi
penulis tidak bermaksud menyudutkan organisasi, namun yang perlu dipahami agar
tidak terjadi hal-hal yang demikian maka sesekali membuka diri (out of the box).
Sesekali bagaimana manusia dapat belajar memahami hal-hal yang berada diluar
mereka, dan tetap pada berorientasi pada tujuan yang besar, bukan parsial yang
mungkin hanya ada dalam sebuah organisasi tersebut. Sehingga outputnya yang
diharapkan adalah lahirlah orang-orang (kader) yang mampu membangung interaksi
dengan dunia luar dan tidak hanya tenggelam dalam pemikiran satu kelompok.
Sebagaimana
pepatah memngatakan bahwa bersatu kita teguh dan bercerai kita runtuh. Olehnya itu
ketika kita sudah disatukan dalam wadah yang besar, dan diatur dalam sebuah
kepengurusan yang besar, diupayakan tidaklah kemudian dengan begitu mudah
membuat kelopok-kelompok lgi didalamnya, meskipun kami tahu bahwa kelompok
tersebut pasti punya latar belakang tersendiri, tetapi yang harus difikirkan adalah
bagaimana dampak yang terjadi dimasa yang akan datang. Dampak yang terjadi
adalah hari ini begitu banyaknya organisasi. Dan apakah yakin terbentuknya
sebuah organisasi itu memang murni karena tuntutan kebutuhan, atau malah
menjadikan organisasi sebagai suatu pekerjaan yang diamana ia dapat berperan
didalamnya. Dan hari ini hal seperti itu tidak asing lagi. Dan yang terjadi
adalah mereka terkadang bagai berperang untuk memperebutkan sesuatu yang tak
layak dilakuakn sebagai manausia yang berfikir.
Olehnya itu,
untuk manjalani rutinitas kita dalam kehidupan ini, silahkan berorganisasi
tetapi tetap konsisten pada tujuan awal, dan yakinkan bahwa tujuan itu memang
benar-benar murni karena kebaikan, dan bangunlah hubungan dengan orang-orang
diluar kita dan janganlah ikut-ikutan dengan mereka yang tak perna kenal dengan
rasa kebersamaan dan gotong royong. Sebagi ciri khas kita sebgai pemuda bangsa
yang tercinta ini, agar apa yang menjadi tujuan utama kita, dapat terwujud
dengan satu pandangan dan satu kekuatan. Tinggalkan perpecahan.
sabtu gerimis,10.57 19/11/2016
Disutut ruang mimbar, masjid kampus uho
Tidak ada komentar:
Posting Komentar